Berita Terkini
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 174 menyerahkan bank sampah khusus botol plastik kepada pemerintah Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (20/8/26). Kegiatan serah terima berlangsung di Balai Desa Tamangede dan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik di lingkungan desa.
Bank sampah tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang dibuat sebagai upaya untuk mengurangi sampah botol plastik di lingkungan Desa Tamangede. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat mulai membiasakan diri mengumpulkan dan memilah botol plastik agar tidak langsung dibuang, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Dalam kegiatan serah terima, mahasiswa KKN secara resmi menyerahkan fasilitas bank sampah kepada pemerintah Desa Tamangede. Selanjutnya, pengelolaan bank sampah akan dilakukan oleh ibu-ibu PKK Desa Tamangede sebagai bentuk keberlanjutan program setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Pengelolaan bank sampah difokuskan pada sampah botol plastik yang dikumpulkan dari lingkungan masyarakat. Botol plastik yang terkumpul nantinya dapat dipilah dan dikumpulkan sebelum disalurkan kepada pihak yang dapat mengelolanya lebih lanjut. Dengan adanya pengelolaan tersebut, sampah botol plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Kepala Desa Tamangede Munadi, menyampaikan apresiasi terhadap program bank sampah botol plastik yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 174. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik.
“saya mewakili pemerintah desa dan ibu-ibu PKK. Yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada mas dan mba KKN UIN Walisongo” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 174, Muhammad Robith Qolbaini Wibisono, mengatakan bahwa ”penyerahan bank sampah merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mengahdirkan program yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir,” tuturnya.
Ibu-ibu PKK Desa Tamangede sebagai pengelola bank sampah diharapkan dapat menjalankan kegiatan pengumpulan botol plastik secara rutin. Selain membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan desa, keberadaan bank sampah juga dapat menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Melalui penyerahan bank sampah botol plastik ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 174 berharap program tersebut dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Desa Tamangede dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sinergi antara pemerintah desa, ibu-ibu PKK, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah botol plastik.
Dipost : 26 Agustus 2026 | Dilihat : 1
Share :